Selasa, 25 Januari 2011

KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA

Kerajaan Bercorak Hindu-Budha

KERAJAAN-KERAJAAN INDONESIA YANGBERCORAK HINDU-BUDHA
1. menjelaskan bukti-bukti adanya kerajaan Kutai;2. menjelaskan prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara;3. menguraikan tentang perkembangan kerajaan Sriwijaya;4. menjelaskan bukti-bukti peninggalan kerajaan Mataram Kuno;5. menjelaskan sebab runtuhnya kerajaan Kediri;6. menjelaskan tindakan-tindakan Kertanegara sebagai raja Singosari; dan7. menguraikan latar belakang penyebab runtuhnya Majapahit

Pokok Materi1. Kerajaan Kutai.2. Kerajaan Tarumanegara.3. Kerajaan Sriwijaya.4. Kerajaan Mataram Kuno.5. Kerajaan Kediri.6. Kerajaan Singosari.7. Kerajaan Majapahit.

Anda masih ingat uraian materi tentang wujud akulturasi kebudayaan Hindu- Budha dengan kebudayaan Indonesia dalam hal sistem pemerintahan?
Tentu ingatan Anda akan tertuju kepada sistem pemerintahan kerajaan bukan? Bentuk kerajaan-kerajaan di Indonesia memang dilatarbelakangi oleh masuknya agama Hindu dan Budha ke Indonesia, oleh karena itu kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awal sejarah Indonesia bercorak Hindu atau Budha.
Untuk mengetahui bukti-bukti peninggalan kerajaan, raja-raja yang memerintah dan sebab runtuhnya kerajaan-kerajaan tersebut, silakan Anda simak uraian materi berikut ini.


KERAJAAN KUTAI
Kutai adalah salah satu kerajaan tertua di Indonesia, yang diperkirakan muncul pada abad 5 M atau ± 400 M, keberadaan kerajaan tersebut diketahui berdasarkan sumber berita yang ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk Yupa/tiang batu berjumlah 7 buah.
Untuk mengetahui bentuk yupa tersebut silahkan Anda amati gambar 5. berikut ini.
Gambar 5. Prasasti Yupa dari Kutai
Setelah Anda melihat gambar 5 tersebut, silahkan Anda tulis huruf dan bahasa yang dipakai dalam prasasti tersebut! tulis jawaban Anda pada tabel 2.1 berikut ini.
Tabel 2.1.

Prasasti Yupa yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta tersebut, dapat disimpulkan tentang keberadaan kerajaan Kutai dalam berbagai aspek kebudayaan yaitu antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya.
Kehidupan PolitikDalam kehidupan politik seperti yang dijelaskan dalam prasasti Yupa bahwa raja terbesar Kutai adalah Mulawarman, ia putra Aswawarman dan Aswawarman adalah putra Kudungga.
Dari penjelasan tersebut, silahkan Anda buat silsilah raja-raja Kutai pada kolom berikut ini.Silsilah Raja-raja Kutai1. ...................................................2. ...................................................3. ..................................................
Dalam prasasti Yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai dewa Ansuman/dewa Matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja.
Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam Agama Hindu. Untuk itu para ahli berpendapat Kudungga masih nama Indonesia asli dan masih sebagai kepala suku, ia yang menurunkan raja-raja Kutai.
Dari penjelasan uraian materi tersebut di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau Anda sudah paham, simak uraian berikutnya :
Dalam kehidupan sosial terjalin hubungan yang harmonis/ erat antara Raja Mulawarman dengan kaum Brahmana, seperti yang dijelaskan dalam prasasti Yupa, bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara. Dengan adanya istilah Waprakeswara, tentu timbul pertanyaan dalam diri Anda, apa yang dimaksud dengan Waprakeswara?
Waprakeswara adalah tempat suci untuk memuja dewa Syiwa. Di pulau Jawa disebut Baprakewara.

Kehidupan EkonomiDalam kehidupan ekonomi, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana.
Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh, apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang.

Kehidupan BudayaDalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) atau disebut upacara Vratyastoma.
Upacara Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Dengan adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama dalam hal penguasaan terhadap bahasa Sansekerta pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.
Demikianlah uraian materi tentang kerajaan Kutai sesuai dengan prasasti Yupa yang ditemukan. Untuk mengetahui pemahaman Anda terhadap uraian materi tersebut, silakan kerjakan latihan soal berikut ini dengan menggunakan kertas kosong, atau buku tulis Anda agar modul Anda lebih bersih/rapih.


1. Prasasti Yupa ditemukan di daerah ....2. Prasasti Yupa dibuat pada masa pemerintahan ....3. Dari prasasti Yupa dijelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Kutai yaitu....4. Agama yang dianut oleh raja Mulawarman adalah ....5. Upacara penghinduan disebut dengan ....6. Apa yang dimaksud dengan Waprakeswara ....7. Yang mendapat julukan sebagai Wangsakerta adalah ....8. Prasasti Yupa menggunakan bahasa ... dan huruf ....9. Pemimpin upacara penghinduan pada masa Aswawarman adalah ....10. Prasasti Yupa peninggalan kerajaan Kutai diperkirakan berasal dari abad ....
materi_bawah()









Home Halaman Utama Bahan Belajar Komunitas Info FAQ

Home » Modul Online SMA » Kelas X » Sejarah » Pertumbuhan Dan Perkembangan Agama Serta Kebudayaan Hindu-budha Di Indonesia

Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar 2 Rangkuman Glossary Pustaka Latihan Tes Akhir Modul
KERAJAAN TARUMANEGARA
Bukti-bukti adanya kerajaan Tarumanegara diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa 7 buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang nama-nama prasasti tersebut, simak dengan baik penjelasannya berikut ini.
a.
Prasasti Ciarunteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris syair. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.
Untuk memperjelas pamahaman Anda tentang keberadaan prasasti tersebut amatilah gambar 6 berikut ini!
Gambar 6. Prasasti Ciaruteun
Setelah Anda mengamati gambar 6 tersebut tentu Anda ingin bertanya apa arti dari gambar telapak kaki pada prasasti tersebut!
Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:
1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
2. Di India, cap telapak kaki melambangkan kekuasaan sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat
Dari penjelasan tersebut, apakah Anda sudah paham? Kalau sudah paham simak prasasti berikutnya.
b.
Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.

c.
Prasasti Kebun Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu.
Dari tiga isi prasasti tersebut, tentunya Anda dapat membuat kesimpulan sendiri tentang keberadaan kerajaan Tarumanegara. Untuk itu silahkan Anda isi tabel 2.2 berikut ini dengan menggunakan lembar kertas atau buku tulis Anda.
Tabel 2.2.Kerajaan Tarumanegara
Selanjutnya Anda harus menyimak kembali uraian materi berikutnya, agar kebenaran penjelasan Anda para pembaca dapat diketahui.

d.
Prasasti Muara Cianteun, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.

e.
Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca.

f.
Prasasti Cidanghiang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

g.
Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut
Untuk menambah pemahaman Anda tentang prasasti tugu, silahkan Anda simak gambar 7 berikut ini!
Gambar 7. Prasasti Tugu
Setelah Anda menyimak gambar 7 tentu Anda ingin bertanya hal-hal apa yang dapat diketahui dari prasasti Tugu tersebut.
Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah:
1. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.
2. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Pebruari dan April.
3. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja.
Demikianlah prasasti-prasasti peninggalan Tarumanegara yang berasal dari dalam negeri.

Sumber dari Luar NegeriSedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Cina antara lain:
1. Berita Fa-Hien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Budha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.
2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.
3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo.
Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.
Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon. Untuk lebih jelasnya silahkanAnda simak Gambar 8. peta berikut.
Gambar 8. Peta Penemuan Prasasti Purnawarman
Menurut berita dari Cina, berupa catatan perjalanan Fa Hien awal abad ke-5 M di ketahui bahwa aspek kehidupan ekonomi penduduk yaitu pertanian, peternakan, perburuan binatang, dan perdagangan. Barang-barang yang diperdagangkan antara lain cula badak, perak dan kulit penyu.
Dan melalui prasasti Tugu diketahui raja Purnawarman sangat memperhatikan aspek pertanian dan perdagangan.
Berdasarkan tujuh prasasti, diketahui kehidupan sosial berpusat pada kegiatan pertanian di desa. Usaha untuk membuka hutan dan dijadikan areal pemukiman dilakukan dengan cara gotong royong. Sebelumnya dilakukan upacara sesuai adat istiadat setempat yang dilakukan sejak zaman prasejarah.
Berdasarkan prasasti dan berita dari Cina diperkirakan pengaruh Hindu kuat di kalangan bangsawan, contohnya raja Purnawarman sangat memegang kebudayaan Hindu India, mereka merupakan golongan terdidik yang menguasai bahasa Sansekerta dan tulisan Pallawa sedangkan di kalangan rakyat pengaruh Hindu belum kuat.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap uraian materi tersebut, jawablah latihan-latihan soal berikut ini!
1. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berlangsung abad ... yang dibuktikan dengan adanya....2. Prasasti-prasasti peninggalan Tarumanegara yang ditemukan di daerah Bogor adalah....3. Prasasti terpenting peninggalan Tarumanegara adalah ....4. Pendeta Cina yang pernah singgah ke Tarumanegara adalah ....5. Kerajaan Tarumanegara menganut agama ....


Untuk memantapkan pemahaman Anda, dapat mencocokkannya dengan jawaban berikut ini.
1. 5 M dibuktikan dengan penggunaan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa dalam prasasti Yupa.2. Prasasti Ciarunteun, prasasti Jambu, prasasti Kebun kopi, prasasti Pasir Awi, prasasti Muara Cianteun.3. Prasasti Tugu4. Fa-Hien5. Hindu Wisnu

Kerajaan Kutai Kerajaan Tarumanegara Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Mataram Kuno Kerajaan KediriKerajaan Singosari Kerajaan Majapahit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar